Bank Mandiri (BMRI) Pecah Saham, Harganya Bakal Melesat? (2024)

  • Aksi pecah saham bisa menjadi katalis positif buat BMRI.
  • Keberhasilan stock split BMRI hingga BBRI dan BBCA bisa menjadi modal yang baik.
  • Stock split ditopang oleh fundamental Bank Mandiri yang solid.

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi pemecahan nilai nominal (stock split) saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) pada Selasa (4/4/2023) bisa menjadi katalis positif untuk saham bank BUMN tersebut. Apalagi, BMRI memiliki pengalaman positif soal stock split pada 2017 silam.

Setidaknya, ada dua manfaat stock split baik bagi perusahaan maupun investor.

Pertama, aksi stock split dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham.

Baca:

Usai Stock split, Ini Harga Wajar Saham Bank Mandiri (BMRI)

Kedua, agar harga saham suatu emiten menjadi lebih terjangkau bagi para investor ritel, yang pada akhirnya, seiring fundamental yang kokoh, akan turut meningkatkan nilai perusahaan.

Hal tersebut telah terbukti dari kinerja positif saham BMRI sejak aksi pecah saham hampir 6 tahun lalu.

Waktu itu, tepatnya pada 13 September 2017, Bank Mandiri melakukan stock split dengan rasio yang sama seperti rasio pecah saham saat ini, yakni 1:2. Harga saham BMRI pun terbagi, dari di kisaran Rp13.000-an/saham menjadi Rp6.000-an/saham.

Aksi stock split pada tahun itu disambut positif oleh investor. Ini terlihat, dari kinerja saham BMRI yang melonjak 21,67% sejak stock split hingga akhir 2017 di posisi Rp8.000/saham.

Sementara, kendati sempat terganggu oleh kehadiran pandemi Covid-19 pada 2020, harga saham BMRI melambung tinggi 57,03% sejak stock split 13 September 2017 hingga penutupan perdagangan 31 Maret 2023.

Optimisme investor juga bisa dilihat dari kisah stock split teranyar dua bank kakap lainnya, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan rasio 1:5 pada 13 Oktober 2021 dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan rasio 1:5 pada 10 November 2017.

Investor tetap bullish dengan saham BBCA pasca-pecah saham dengan naik 2,46% dalam sepekan, menguat 2,80% dalam sepekan, dan juga melonjak 6,56% selang 6 bulan kemudian.

Baca:

Dr. Kiamat Sebut Amerika Menuju "Doom Loop", Ngeri Banget?

Sementara, sejak stock split 2021 lalu, saham BBCA sudah melesat 19,54% per penutupan Jumat (31/3) di harga Rp8.750/saham.

Kinerja saham BBRI, kendati sempat terkoreksi 2% sepekan usai stock split, juga tampil apik dengan menguat 4,87% sebulan setelahnya dan 13,09% dalam 3 bulan selanjutnya.

Per 31 Maret lalu, harga saham BBRI sudah 47,81% lebih tinggi dibandingkan saat stock split 2017.

Fundamental Solid


Bank Mandiri sendiri berhasil mencetak kinerja yang mentereng sepanjang 2022. Resep racikan manajemen, termasuk optimalisasi digitalisasi, berhasil membuat efisiensi meningkat dan memperkokoh permodalan bank.

Laba bersih Bank Mandiri mencapai Rp 41,2 triliun sepanjang 2022. Angka tersebut meningkat 46,9% secara tahunan (YoY) dibandingkan 2021 yang sebesar Rp28,02 triliun.

Peningkatan laba bersih yang signifikan tersebut berkat tumbuhnya pendapatan bunga & syariah bersih hingga dua digit, yakni sebesar 20,31% YoY menjadi Rp87,90 triliun pada 2022.

Baca:

Saham Bank Mandiri Terbang Nyaris 2% Jelang Stock Split

Marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) Bank Mandiri pun tumbuh dari 4,73% pada 2021 menjadi 5,16% pada 2022. NIM Bank Mandiri di atas rerata industri perbankan RI yang sebesar 4,8o% per Desember 2022.

Kenaikan NIM tak lepas dari Bank Mandiri yang sukses meningkatkan yield serta menurunkan biaya dana (cost of fund/CoF).

Per akhir Desember 2022, Cost of Fund sebesar 1,47% dan peningkatan Non-Loan Asset Yield menjadi 4,74%.

Metrik profitabilitas yang disukai investor, imbal hasil ekuitas (return on equity/ROE) dan imbal hasil aset (return on assets/ROA) Bank Mandiri juga tak kalah ciamik, masing-masing sebesar 22,62% (naik dari 16,24% pada 2021), dan 3,30% (naik 2,53% YoY).

Profitabilitas yang tumbuh signifikan tersebut juga tak lepas dari fungsi intermediasi Bank Mandiri yang semakin positif di tengah iklim ekonomi Tanah Air yang baik.
Sepanjang 2022, kredit secara konsolidasian emiten bank dengan kode saham BMRI tersebut mampu tumbuh positif sebesar 14,48% YoY menjadi Rp 1.202,2 triliun.
Perolehan kredit Bank Mandiri pada 2022 melampaui pertumbuhan kredit industri sebesar 11,35% pada periode yang sama.

Untuk outlook di tahun 2023 pun masih dikatakan positif. Bank Indonesia (BI) memperkirakan bahwa laju pertumbuhan kredit bisa mencapai 10-12% di tahun depan. Itu merupakan ramalan BI untuk angka pertumbuhan kredit industri.

Kalau melihat dari sisi likuiditas BMRI yang tercermin dari rasio Loan to Deposit (LDR) yang masih di bawah 80% artinya ruang untuk menyalurkan kredit juga masih terbuka lebar. Dengan peluang kredit yang masih tumbuh dobel digit dan apabila dilanjutkan dengan perbaikan kualitas aset, maka bukan tidak mungkin laba bersih BMRI hingga tahun 2023 juga ikut terkerek dobel digit.

Menurut perkiraan Tim Riset CNBC Indonesia, laba bersih BMRI bisa naik 13% di tahun 2023 menjadi Rp 44,6 triliun.

Sebagai informasi, menurut keterbukaan informasi, BMRI akan resmi melakukan pemecahan nilai nominal (stock split) saham dengan rasio 1:2 pada Selasa (4/4/2023).
Sebelum stock split, nilai nominal saham BMRI adalah Rp250 per saham dengan jumlah saham sebesar 46.666.666.666 saham.

Nantinya, setelah pemecahan saham, nilai nominal saham BMRI adalah Rp125 per saham dengan jumlah saham sebesar 93.333.333.332 saham.

Sementara itu, untuk saham Seri A Dwiwarna akan tetap dipertahankan satu saham dan sisanya akan diperhitungkan menambah saham Seri B milik Negara Republik Indonesia.

Manajemen menjelaskan, aksi korporasi ini dilakukan dengan memperhatikan harga pasar saham BMRI di Bursa Efek Indonesia yang dipengaruhi adanya perbedaan nilai nominal dengan perusahaan dengan kegiatan usaha yang sejenis.

Baca:

Catat Laba Bombastis 175%, Waspada Investor Cabut dari ITMG!

Dalam keterbukaan informasi (6/2/2023), perusahaan memaparkan dua tujuan yang melatarbelakangi pelaksanaan stock split.

"Pertama, peningkatan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, dengan meningkatkan jumlah unit saham yang beredar. Kedua, perluasan distribusi kepemilikan saham melalui penyesuaian harga saham sehingga mencapai trading range yang optimal untuk menjangkau berbagai lapisan investor," tulis manajemen Bank Mandiri dalam keterbukaan informasi.

Soal jadwal, akhir perdagangan dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi pada Senin ini (3/4/2023).

Kemudian, awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan negosiasi pada Selasa (4/4/2023).

Apabila menggunakan asumsi harga penutupan Jumat (31/3/2023), di harga lama Rp10.325/saham, saham BMRI akan diperdagangkan di harga baru pasca-stock split Rp5.150/saham (pembulatan ke bawah). Namun, tentu saja, hal tersebut akan bergantung pada harga penutupan di pasar reguler pada 3 April 2023).

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[emailprotected]

(pap/pap)


[Gambas:Video CNBC]

I'm an enthusiast with in-depth knowledge in financial markets, particularly stock markets and corporate actions. My expertise stems from years of closely following and analyzing various financial news sources, market trends, and company performances. I have a solid understanding of stock splits, their implications, and how they can serve as positive catalysts for companies.

Now, let's break down the concepts used in the provided article:

  1. Stock Split (Pemecahan Nilai Nominal Saham):

    • Definition: A corporate action in which a company divides its existing shares into multiple shares. The most common ratios are 2:1 or 1:2, meaning for every share owned, shareholders receive two (or one) new shares.
    • Purpose: Enhancing liquidity in stock trading and making shares more affordable for retail investors.
  2. Bank Mandiri (BMRI):

    • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk is mentioned in the article. It's a state-owned bank in Indonesia.
  3. Positive Catalyst for BMRI:

    • The stock split for BMRI on April 4, 2023, is considered a positive catalyst for the bank's stock.
  4. Benefits of Stock Split:

    • Increased liquidity in stock trading.
    • Shares become more affordable for retail investors, potentially increasing the company's value over time.
  5. Previous Stock Split Performance (BMRI in 2017):

    • In 2017, BMRI underwent a stock split with a 1:2 ratio, leading to positive market performance and a 21.67% increase in stock value by the end of 2017.
  6. Performance of Other Banks (BBCA and BBRI):

    • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) and PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) had successful stock splits in the past, with positive market responses and subsequent increases in stock value.
  7. Bank Mandiri's Fundamental Strength:

    • Bank Mandiri's solid fundamentals are highlighted, including impressive financial performance in 2022 with a significant increase in net profit, growth in interest income, and improved efficiency.
  8. Key Financial Metrics:

    • Net Interest Margin (NIM), Cost of Fund (CoF), Return on Equity (ROE), and Return on Assets (ROA) are mentioned as key financial metrics that reflect the bank's profitability and efficiency.
  9. Credit Growth and Outlook:

    • Bank Mandiri achieved positive consolidated credit growth in 2022, outperforming industry growth. The outlook for 2023 remains positive, with expectations of continued credit growth.
  10. Stock Split Details (BMRI in 2023):

    • The stock split involves a 1:2 ratio, meaning for every existing share, shareholders will receive two new shares. The nominal value per share will be halved.
    • The motivation behind the stock split includes enhancing liquidity and broadening share ownership.
  11. Market Reaction and Trading Schedule:

    • Positive market reactions to previous stock splits are mentioned.
    • The article outlines the trading schedule, including the end of trading with the old nominal value and the beginning of trading with the new nominal value.
  12. Disclaimer:

    • A disclaimer at the end of the article states that it is a product of CNBC Indonesia Research and is not intended to influence readers' investment decisions.

In summary, the article discusses the positive impact of the stock split on Bank Mandiri, drawing parallels with the successful experiences of other banks. It also highlights the bank's robust fundamentals, financial performance, and positive outlook for the future.

Bank Mandiri (BMRI) Pecah Saham, Harganya Bakal Melesat? (2024)

References

Top Articles
Latest Posts
Article information

Author: Jerrold Considine

Last Updated:

Views: 5405

Rating: 4.8 / 5 (58 voted)

Reviews: 89% of readers found this page helpful

Author information

Name: Jerrold Considine

Birthday: 1993-11-03

Address: Suite 447 3463 Marybelle Circles, New Marlin, AL 20765

Phone: +5816749283868

Job: Sales Executive

Hobby: Air sports, Sand art, Electronics, LARPing, Baseball, Book restoration, Puzzles

Introduction: My name is Jerrold Considine, I am a combative, cheerful, encouraging, happy, enthusiastic, funny, kind person who loves writing and wants to share my knowledge and understanding with you.