Sentimen Stock Split Angkat Saham BBRI - Halaman all (2024)

Pemegang saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah menyetujui rencana pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:2 dan akuisisi 88,65% saham PT Bank Agroniaga Tbk (AGRO). Ditopang kinerja keuangan yang mengkilap, saham BBRI pun diyakini akan melompat tinggi. Masih seberapa kuat potensi kenaikan sahamnya ?

Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan stock split dengan rasio 1:2 dari Rp 500 menjadi Rp 250. Manajemen bank BUMN tersebut telah meyakinkan, rencana ini tidak akan mengubah struktur permodalan maupun nilai kapitalisasi pasar perusahaan. Perseroan menargetkan pemecahan saham tuntas awal tahun depan.

Dengan adanya stock split, nilai saham ditempatkan dan disetorkan penuh BRI akan mencapai Rp 6.167.290.500.000, dengan jumlah saham seri A Dwiwarna 24.669.162.000 dan 24.669.161.999 saham seri B.

Stock split bertujuan meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan memperluas penyebaran kepemilikan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia. “Dengan stock split, kami berharap saham BBRI lebih terjangkau sehingga meningkatkan partisipasi investor ritel domestik,” ujar Direktur Keuangan dan Internasional Bank BRI Achmad Baiquni di Jakarta, Rabu (24/11).

Keputusan untuk memecah satu saham BBRI menjadi dua saham telah berdasarkan kajian beberapa waktu lalu. Stock split diharapkan membuat harga saham BBRI akan relatif setara dengan harga saham Bank Mandiri (BMRI) dan Bank BTN (BBTN).

Analis Waterfront Securities Isfhan Helmi Arsyad sependapat, rencana stock split dengan rasio 1:2 akan relatif menyetarakan BBRI dengan harga saham BUMN BNI (BBNI) dan BMRI. Setelah stock split, jumlah saham perseroan juga meningkat dua kali lipat dan lebih likuid dari sekarang. Namun, dia juga mengigatkan, rencana tersebut tidak mengubah apa pun dari sisi fundamentalnya.
“Tapi tetap saja, dari harapan publik, stock split BBRI dengan rasio 1:2 masih terlalu tinggi harga sahamnya. Idealnya dengan rasio 1:4 agar saham BBRI lebih terjangkau bagi pelaku pasar lebih luas,” katanya.

Selain menyetujui stock split, para pemegang saham BRI juga menyetujui rencana perseroan mengakuisisi 3,03 miliar unit (88,65%) saham PT Bank Agroniaga Tbk (AGRO) senilai Rp 330,2 miliar. Akuisisi ini bertujuan mengakselerasi penetrasi ke sektor agribisnis.

“Nantinya, BRI akan mendorong Bank Agro untuk menyediakan produk dan jasa perbankan pada seluruh lapisan masyarakat di segmen usaha kecil dan menengah (UKM), sedangkan mikronya ditangani BRI,” imbuh Direktur Utama BRI Sofyan Basir.

Fundamental Bersinar
Tahun ini, BRI berharap, total kreditnya bisa mencapai Rp 240 triliun atau tumbuh sekitar 20%. Sampai akhir September 2010, outstanding kredit perseroan mencapai Rp 228,69 triliun, naik 18,97% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 192,23 triliun. Dari total kredit tersebut, 47,15% tersalur ke sektor ritel, 28,95% kredit mikro, 17,00% kredit korporasi, dan 6,90% kredit menengah.

Hingga kini, BRI masih memiliki sumber dana yang mencukupi untuk menopang ekspansi kredit. Untuk bisa ekspansi kredit hingga 20%, BRI membutuhkan dukungan dana sekitar Rp 60 triliun. “Kebutuhan sebesar itu masih bisa dipenuhi dari penghimpunan dana pihak ketiga,” jelas Sofyan.

Analis Ciptadana Securities Syaiful Adrian mengatakan, pencapaian laba bersih BRI sebesar Rp 6,6 triliun pada sembilan bulan 2010, telah menjadikannya sebagai bank dengan keuntungan terbesar di Indonesia. “Keuntungannya bahkan mengalankan bank BUMN lain, yakni Bank Mandiri dengan laba bersih Rp 6,4 triliun,” katanya.

Pencapaian laba BRI tersebut telah mencapai 73% dari proyeksi tahun ini. Bank ini mampu meningkatkan kredit 19% menjadi Rp 229 triliun, sehingga pendapatan bunga bersihnya naik 24% menjadi Rp 21 triliun. Namun, NPL gross bank ini juga meningkat jadi 4,3% dari periode sama tahun sebelumnya 3,9%.

Sejak 2009, BRI telah berkampanye menembus pasar bisnis mikro perkotaan dengan mengenalkan unit kerja Teras BRI. Hal ini memperkuat kehadirannya di ceruk yang sama seperti Bank Danamon, yang memiliki unit Danamon Simpan Pinjam. Jumlah unit kerja Teras BRI telah berkembang lebih dua kali lipat dari 217 unit akhir 2009 menjadi 447 unit pada 30 September 2010.

Analis OSK Nusadana Securities Rocky Indrawan menambahkan, kinerja keuangan BRI pada sembilan bulan tahun ini cukup mantap. Ekspansi pendapatan bunga bersihnya bertumbuh 4,2% dan beban biaya kredit juga stabil hanya tumbuh 3,4% dibandingkan kuartal sebelumnya. “Karena itu, kami pun menaikkan proyeksi pertumbuhan EPS 2010-2012 masing-masing sekitar 4-7%/tahun,” katanya.

Perseroan memiliki potensi pendapatan fee-based yang kuat karena ditopang deposito pada program Simpedes. Sementara itu, pemerintah menginginkan pengurangan pembayaran dividen menjadi 30% tahun ini dari tahun lalu 35%. Dia berpendapat, penerbitan obligasi subordinasi merupakan pilihan yang paling mungkin ditempuh perseroan untuk memperkuat rasio kecukupan modal (CAR) menjadi 11,7% dari akhir kuartal III-2010 masih 13,4%.

Berpotensi ke Rp 5.100
BBRI ditutup menguat Rp 150 (1,33%) menjadi Rp 11.450 pada Senin (1/11), dengan volume transaksi 12,45 juta unit. Harga sahamnya sempat menguat ke level tertinggi Rp 11.600 hari yang sama, dengan posisi terendah Rp 11.400. Dalam 52 pekan terakhir, BBRI bergerak dalam rentang Rp 6.950-12.800/unit.

Saham BBRI diperkirakan lebih aktif dari biasanya sampai pelaksanaan stock split. Isfhan memasang target harga BBRI mencapai level Rp 15.000 sebelum stock split, atau sekitar Rp 7.500 pasca-stock split. “Dengan potensi penguatannya tersebut, saya masih merekomendasi buy BBRI,” tuturnya.

Syaiful juga mempertahankan rekomendasi buy BBRI, dengan target harga Rp 15.100/unit karena pertimbangan merupakan bank nasional berkinerja paling mantap. Rasio harga sahamnya terhadap nilai buku per saham (price to book value/PBV) BBRI baru 4,7 kali tahun 2011, ROE konsisten 25%, dan biaya ekuitas 15%.

“Target harga Rp 15.100 merupakan hal yang adil, terutama jika melihat prospek perseroan pada 2011 dibandingkan 2010,” katanya.

Rocky juga merekomendasi buy BBRI dengan target harga Rp 13.400. Target tersebut ditetapkan menggunakan model diskon dividen (divided discount model/DDM), dengan asumsi memiliki PER dan PBV 2011 masing-masing 15,0 kali dan 4,1 kali.

“Saham BBRI saat ini diperdagangkan pada PER data 2011 sekitar 12,8 kali, sehingga masih ada potensi menguat ke Rp 13.400,” imbuhnya.

TIPS:
Ishfan Helmi Arsyad (Waterfront Securities)
- Jangka menengah-panjang : Buy
- Target harga : Rp 15.000
- Potensi kenaikan Rp 3.550 (31%)

Syaiful Adrian (Ciptadana Securities)
- Jangka menengah-panjang : Buy
- Target harga : Rp 15.100
- Potensi kenaikan Rp 3.650 (31,87%)

Rocky Indrawan (OSK Nusadana Securities)
- Jangka menengah-panjang : Buy
- Target harga : Rp 13.400
- Potensi kenaikan Rp 1.950 (17,03%)

Dapatkan info hot pilihan seputar ekonomi, keuangan, dan pasar modal dengan bergabung di channel Telegram "Official Investor.ID". Lebih praktis, cepat, dan interaktif. Caranya klik link https://t.me/+oCMJPFzpWeg0OGZl, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

As an expert in financial markets and investment strategies, I bring a wealth of knowledge and experience to analyze the information provided in the article about PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). My expertise is backed by a deep understanding of stock markets, financial instruments, and economic trends.

Now, let's delve into the concepts mentioned in the article:

  1. Stock Split (Pemecahan Saham):

    • The article discusses a stock split with a ratio of 1:2 for PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). This means that for every existing share, shareholders will receive two new shares. The stock's nominal value will be halved in the process, making it more affordable for retail investors.
  2. Acquisition (Akuisisi):

    • BBRI's shareholders have approved the acquisition of 88.65% of the shares of PT Bank Agroniaga Tbk (AGRO). This move aims to accelerate BBRI's penetration into the agribusiness sector.
  3. Financial Performance (Kinerja Keuangan):

    • The article highlights BBRI's impressive financial performance, indicating a bright outlook for the stock. The bank aims to complete the stock split early next year without altering its capital structure or market capitalization.
  4. Likuiditas Perdagangan Saham (Stock Liquidity):

    • Stock split is expected to increase the liquidity of BBRI's shares and broaden the ownership distribution on the Indonesia Stock Exchange (Bursa Efek Indonesia). The management hopes that this will make BBRI shares more accessible to domestic retail investors.
  5. Fundamental Analysis (Analisis Fundamental):

    • Analysts, including Isfhan Helmi Arsyad from Waterfront Securities, emphasize that the stock split, with a 1:2 ratio, aims to make BBRI's stock price comparable to other state-owned banks like Bank Mandiri (BMRI) and Bank BTN (BBTN). However, some analysts suggest a 1:4 ratio for greater affordability.
  6. Credit Expansion and Acquisition Strategy (Ekspansi Kredit dan Strategi Akuisisi):

    • BBRI aims to achieve a total credit of Rp 240 trillion, representing a 20% growth. The bank has a strong financial position and sufficient funding to support credit expansion. The acquisition of AGRO is part of BBRI's strategy to provide banking products and services across various segments, particularly small and medium-sized enterprises (UKM).
  7. Earnings and Performance Metrics (Laba dan Metrik Kinerja):

    • BBRI has reported a net profit of Rp 6.6 trillion for the first nine months of the year, making it the most profitable bank in Indonesia. The bank has shown consistent growth in earnings, credit, and net interest income.
  8. Analyst Recommendations (Rekomendasi Analis):

    • Analysts, such as Syaiful Adrian from Ciptadana Securities and Rocky Indrawan from OSK Nusadana Securities, provide buy recommendations for BBRI with target prices reflecting potential future gains.

In summary, the article indicates that PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) is strategically positioning itself for growth through a stock split and an acquisition, supported by robust financial performance. The stock's potential is analyzed by experts who foresee positive outcomes, emphasizing its attractiveness for investors.

Sentimen Stock Split Angkat Saham BBRI - Halaman all (2024)

References

Top Articles
Latest Posts
Article information

Author: Gregorio Kreiger

Last Updated:

Views: 5403

Rating: 4.7 / 5 (57 voted)

Reviews: 88% of readers found this page helpful

Author information

Name: Gregorio Kreiger

Birthday: 1994-12-18

Address: 89212 Tracey Ramp, Sunside, MT 08453-0951

Phone: +9014805370218

Job: Customer Designer

Hobby: Mountain biking, Orienteering, Hiking, Sewing, Backpacking, Mushroom hunting, Backpacking

Introduction: My name is Gregorio Kreiger, I am a tender, brainy, enthusiastic, combative, agreeable, gentle, gentle person who loves writing and wants to share my knowledge and understanding with you.